SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

[HAi] Gratis Series – Korea

0 22

[ad_1]


By Ibu Eva Latifah

Siapa yang tidak suka gratisan? Rasanya tidak ada, ya. Pribahasa Korea sangat apik menggambarkan hal ini.  공짜라면 양잿물이라도 먹는다gongjjaramyeon yangjetmurirado mogneunda. Maksud dari pribahasa ini kurang lebih “kalau gratis, biarpun itu sodium hidroksida, akan dikonsumsi”. Sodium hidroksida adalah senyawa NaOH yang dikenal secara awam dengan nama soda kaustik atau soda api. Bayangkan! Bila soda api yang berbahaya ini sampai dijadikan perumpamaan untuk dimakan, itu menunjukkan luar biasa berartinya sesuatu yang cuma-cuma.

Dalam masyarakat Korea, kita akan melihat banyak budaya yang beririsan dengan gratis, misalnya budaya mentraktir, budaya memberi bonus (tambahan), budaya memberikan sample  produk, tambahan dsb. Berhubung ada banyak cerita unik tentang ini, saya akan membaginya  ke dalam beberapa tulisan. Untuk kali ini, saya akan focus pada hal-hal yang dapat kita peroleh secara cuma-cuma di Korea.

Wisata Murah Meriah

Minggu lalu saya sudah berbagi soal pantai dan taman hiburan Children Grand Park. Satu kelebihan wisata di Korea yang jarang saya temukan saat berlibur negara lain adalah fasilitas gratisnya. Ada beberapa lokasi wisata yang siap memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas hiburan lengkap nan memikat. Sebut saja Gwanghwamun, Chyeonggyeocheon, Seoullo 7017, Sungai Han, Bampo Bridge, atau Namsan Tower. Ulasan mengenai tempat-tempat ini sudah banyak dibahas di berbagai laman di internet. Tempat-tempat ini bukan hanya dinikmati orang Korea tetapi juga diminati wisatawan manca negara.

Wifi Gratis

Yang lebih mengakjubkan lagi, di beberapa lokasi strategis atau daerah wisata, kita dapat dengan mudah menemukan wifi gratis. Mulai dari bandara, kereta bawah tanah, fasilitas umum, hingga tempat yang tidak terduga. Memang ada beberapa tempat yang tidak ada wifi untuk para pemburu internet gratisan, terutama di luar Seoul dan selain tempat wisata. Tetapi kondisi ini tetap sangat jauh lebih baik dari negara lain.

Suami saya pernah punya pengalaman mengesankan saat seminar di daerah Suwon. Ketika itu, ada perubahan jadwal kegiatan dan sepertinya hanya dia yang tidak tahu hal tersebut. Tiba di lokasi, beliau bingung tidak tahu harus ke mana. Karena kendala bahasa (suami tidak bisa bahasa Korea), dia pun tidak dapat bertanya pada orang-orang yang ada di sekitar lokasi. Di saat genting itu, tiba-tiba suami mendapatkan sinyal wifi gratis. Ia sangat terharu dan hampir menangis karena akhirnya bisa mengontak salah seorang sahabat untuk meminta bantuan. Lalu, apa hanya itu saja yang bisa didapat dengan cuma-cuma? Tentu tidak.

Toilet Bersih dan Gratis

Satu yang paling membahagiakan hidup di Korea adalah fasilitas toilet gratisnya. Kita dapat dengan mudah menemukan toilet umum yang bersih dan fasilitas tisu yang memadai. Inilah yang membuat tinggal dan hidup di Korea menjadi sangat bermakna. Bandingkan dengan wisata di Eropa yang membebanka biaya sekitar 1 Euro untuk tiap penggunaan toilet atau tip bagi petugasnya. Saya sampai harus bernegosiasi pada penjaga toilet untuk tidak menghitung anak saya. Lumayan juga kan kalau setiap ke toilet harus keluar 3 Euro. Auto miss queen, kalau kata anak muda jaman sekarang ^^*.

Kembali ke soal toilet gratis di Korea. Sebuah wawancara terhadap wisatawan asing yang pertama kali datang ke Korea menyebutkan keterkejutan mereka melihat toilet gratis dan bersih di Korea. Malah, toilet di bandara dikatakan sangat baik layaknya toilet di hotel. Ternyata toilet menjadi satu factor yang sangat diingat oleh wisatawan yang datang ke sebuah negara.

Yang menarik adalah toilet di Korea umumnya menyediakan kloset duduk dan jongkok. Kita dapat mengecek dengan melihat gambar yang ditempelkan di tiap pintu ruang kloset. Sebelum model toilet bidet spray ada, saya dan teman-teman muslim/ah lainnya harus menyiapkan air di dalam bekas botol air mineral dan atau tisu basah untuk cebok. Untuk masyarakat Indonesia yang terbiasa menggunakan toilet basah, ketiadaan air ini kadang kurang mengenakkan. Tetapi, setelah ada toilet bidet, masalah ini dapat terobati. Apalagi, beberapa kloset bidet di sana ada yang juga dilengkapi dengan tombol sabun dan pengering.

Transfer kendaraan

Korea adalah negara yang mempunyai system transportasi masal yang baik dan terintergrasi. Dengan berbekal satu kartu elektronik bernama T-money, kita dapat menggunakan fasilitas kendaraan umum seperti bis, kereta bawah tanah, dan atau taxi. Tentu dengan tarif yang berbeda.

Satu yang jarang diketahui oleh orang asing adalah system transfer atau hwanseung. Jika dalam jarak kilometer tertentu harus berganti rute atau moda transportasi, kita tidak harus membayar dari tarif awal. Sistem transfer ini bukan cuma untuk transportasi yang sama, dari kereta ke kereta atau bis ke bis. Tetapi juga berlaku bila kita berganti moda transportasi, dari kereta ke bis atau sebaliknya. Selama tidak lewat dari masa transfer dan masih dalam radius km tertentu, kita dapat naik kendaraan lanjutan tanpa keluar biaya tambahan apa-apa. Alias gratis.

Fasilitas bus yang bersih, nyaman, dan ramah konsumen. Sumber: Dokumen pribadi

Dulu, saya sering harus transfer di stasiun Cheongnyangni. Dari stasiun bawah tanah berganti ke bus. Masa jeda antarmoda transportasi adalah sekitar 30 menit. Jadi, jika kita turun dari bus dan berganti bus lain atau ke kereta bawah tanah, kita punya waktu 30 menit untuk transfer. Selama tidak lewat dari 30 menit, kita dianggap transfer atau transit dalam istilah comuter line di Indonesia. Kadang dulu saya masih sempat untuk membeli sesuatu dulu baru naik kendaraan berikutnya tanpa harus membayar dari tarif awal. Irit, kan?

Surga Makan

Korea adalah negara yang memanjakan konsumen. Kita dapat menemukan bahwa makan di restoran di Korea terkadang lebih murah dari di Indonesia. Mengapa?

Pertama, ada refill. Seperti kita tahu, makanan Korea dilengkapi dengan banchan (makanan pendamping atau lauk-pauknya). Yang pasti bakal ditemui adalah kimchi. Beberapa resto ada yang memberikan banchan yang lebih lengkap, seperti telor dadar, terlur puyuh kecap, kim (seaweed), danmuji (acar lobak kuning), dsb. Semuanya bisa diisi ulang tanpa biaya tambahan.

Air gunung yang sudah ditata rapi hingga siap minum. Sumber: dokumen pribadi.

Kedua, air minum gratis. Ada restoran yang menyediakan dispenser sehingga konsumen tinggal mengambil gelas yang diletakkan di dalam lemari khusus dan minum sebanyak yang diinginkan. Ada yang menyajikannya dalam botol-botol air. Ada juga restoran yang memberikan minuman teh jagung. Bahkan, saya pernah menemukan restoran yang menyiapkan vending machine coffee gratis dan es krim gratis.

Sebenarnya, air minum gratis bisa kita dapatkan selain di restoran. Dispenser besar biasa disiapkan di kampus, tempat perbelanjaan, perpustakaan, rumah sakit, dsb. Bahkan, jika kita naik gunung, kita akan menemukan fasilitas yang dibangun untuk memudahkan para pendaki menyegarkan tenggorokan dengan air pegunungan. Air yang tentunya segar dan steril. Mungkin itu sebabnya orang Korea sehat dan berkulit bagus karena cukup cairan. Tidak perlu keluar uang untuk minum air putih.

Ketiga, Permen putih

Kalau di Indonesia permen sering dipakai sebagai ganti uang kembalian, di Korea permen adalah “bonus”. Beberapa restoran Korea suka meletakkan 박하사탕 bakhasathang permen putih seperti kapas di dekat kassa.  Bakhasathang atau peppermint candy ini boleh diambil oleh konsumen yang makan di restoran tersebut. Sebenarnya, permen diberikan sebagai penyegar setelah makan. Bahan aktif peppermint yang sangat kuat akan menghilangkan rasa bau dan memberikan sensasi bersih, segar, dan sejuk di mulut. Peppermint juga dipercaya dapat menenangkan perut.

Bakhasathang. Sumber: Wikipedia

Penutup

Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa Korea sangat perhatian dalam memberikan penghargaan terhadap konsumen. Pemberian fasilitas toilet gratis, moda transportasi ramah kantong (tanpa pembayaran berlapis), bonus makanan dan minuman adalah sedikit contoh bagaimana sebagai konsumen kita merasa dihargai.

Hal ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan perhargaan terhadap leisure. Kehidupan yang berat perlu dilengkapi dengan hiburan. Siapapun pasti terhibur jika untuk berlibur kita tidak harus bayar. Siapapun pasti bahagia kalau saat makan saja, kita dapat banyak bonus. Mulai dari saat makan (boleh nambah banchan), setelah makan (minum air putih, kopi, atau es krim), sampai saat bayar pun kita dapat bonus permen. Mungkin cuma Korea yang punya budaya gratis dengan banyak seri. Wajah jadi berseri.

[ad_2]

Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.