News

Kasus Jenazah Bayi Tanpa Kepala Terus Bergulir. Arif: “Dimakan Binatang Biasa Terjadi”

0

SelebritisNews.com, Jakarta – Kasus penemuan jenazah balita tanpa kepala di Samarinda, Kalimantan Timur, masih menyisakan teka teki. Namun polisi mulai menemukan titik terang kasus ini di tengah berbagai spekulasi bermunculan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengatakan saat menelusuri ulang lokasi penemuan korban di Jalan Antasari II, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, balita tanpa kepala diduga hanyut karena banjir.

“Dugaan sementara balita hanyut karena banjir. Di dekat rumah penitipan anak kurang lebih 20 meter ada parit,” ucap Arif.

1. Penemuan balita tanpa kepala jadi pembuka tabir hilangnya Ahmad Yusuf Ghazali

Heboh Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Temui Titik Terang

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat menelusiri lokasi penemuan balita tanpa kepala (IDN Times/Yuda Almerio)

Laporan kehilangan balita berusia empat tahun di kepolisian pada 22 November 2019, atau sehari setelah balita diduga bernama Ahmad Yusuf Ghazali tersebut dinyatakan hilang dari PAUD di Jalan AW Sjahranie.

Untuk menyelidiki kasus ini, polisi memeriksa belasan saksi mulai dari orangtua hingga pegawai PAUD. Namun dalam hitungan minggu tak ada hasil, hingga spekulasi pun bermunculan seperti dugaan adanya penculikan.

Namun penemuan balita tanpa kepala pada 8 Desember 2019 mengungkap keberadaan Yusuf yang hilang misterius. Kedua orangtua Yusuf, Bambang Sulistyo dan Melisari menyatakan balita tanpa kepala itu anak mereka yang bernama Ahmad Yusuf Ghazali yang hilang selama 16 hari.

Namun polisi harus mendapatkan bukti sah, sehingga ahli forensik pun dikerahkan. “Pada saat hujan lebat, kemungkinan anak ini berjalan tidak melihat air, tergenang dan masuk ke parit,” kata Arif.

2. Ada kulit reptil di dalam tubuh balita tanpa kepala

Heboh Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Temui Titik Terang

Tim gabungan polisi dan sukarelawan saat menelusuri bagian tubuh balita tanpa kepala. (Dok. Info Taruna Samarinda)

Dalam hitungan 16 hari apapun bisa terjadi, terlebih saat kejadian, kondisi Samarinda sedang dilanda banjir. Saluran air yang saling terhubung tersebut boleh jadi membawa jasad balita Yusuf hingga ke lokasi penemuan yang berada di bekas anak Sungai Karam Asam di Jalan Antasari II.

Arif mengatakan bila seseorang hanyut belasan hari di dalam air, tentu tubuhnya akan melunak dan beberapa bagian tubuh tak utuh. Itu sebabnya kemungkinan mutilasi itu tak ada. Meski demikian, kepolisian terus menyelidiki motif lain.

“Kami sudah panggil ahli forensik untuk sementara yang didapat, di dalam tubuh anak ini terdapat kulit reptil,” kata dia.

3. Jasad balita dimakan binatang bisa saja terjadi

Heboh Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Temui Titik Terang

Jenazah bocah malang yang diduga Yusuf saat berada di ruang jenazah (IDN Times/Yuda Almerio)

Berbagai dugaan mengiringi kasus penemuan balita tanpa kepala ini. Menurut Arif ada banyak kemungkinan, seperti jasad dimakan biawak atau tersandung tembok dan bebatuan. Namun semua kemungkinan itu masih diselidiki polisi, termasuk adanya unsur kelalaian PAUD tempat balita itu dititipkan.

Salah satu keterangan yang dicatat polisi ialah, anak-anak di PAUD itu sempat ditinggal selama lima menit, sebab kedua pendidiknya ke kamar kecil dan membuat susu. Namun saat keduanya kembali, sang balita yang diduga Yusuf ini tak ada di ruangan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan ahli forensik, apakah ada unsur kekerasan pada tubuhnya atau tidak, kami masih menunggu itu,” tutur Arif.

Menurut Arif, kepolisian tak akan menggali kubur kembali demi kepentingan penyelidikan kasus ini. Hasil ahli forensik bisa diketahui dalam waktu dua pekan ini.

“Sambil menunggu hasil, kami juga terus menelusuri dugaan motif kriminal,” kata dia.

15 Negara dengan Kerentanan yang Tinggi Terhadap Human Trafficking

Previous article

‘Terjerat’ Kasus Sensasional, Nama Artis ini Semakin Melejit!

Next article

More in News

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *