SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Kasus Pelecehan Seksual Pada Pekerja Imigran di Korea | Tenasia

0 13



Korea Selatan kini mengalami penurunan drastis pada jumlah pekerja imigran karena munculnya kasus kekerasan seperti kekerasan seksual, penganiayaan, dan tunggakan upah di kalangan para pekerja asing. 

Pada 30 Maret, polisi setempat mengatakan bahwa sedang menyelidiki kasus pelecehan seksual setelah menerima pengaduan bahwa seorang pekerja asal Kamboja diserang secara seksual oleh seorang majikannya. 

para pekerja imigran sedang bekerja di ladang pertanian di Korea – Los Angeles Times

Pengaduan tersebut diajukan oleh kelompok sipil perlindungan hak pekerja migran, menuduh bahwa pemilik pertanian di Chungcheong Selatan secara paksa memasuki akomodasi pekerja perempuan dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya beberapa kali pada tahun 2020 lalu. Mereka juga mengaku bahwa pemilik pertanian tersebut memaksa sang pekerja imigran melakukan aborsi dan mengancam akan menjadikannya imigran ilegal jika ia melarikan diri. 

Kasus tersebut merupakan salah satu dari banyak pelecehan dan kekerasan seksual yang dilaporkan. Pada Desember 2020, seorang pria berusia 60 tahun di Pulau Jeju dituduh mempekerjakan imigran ilegal dan mengancam akan menahan upah mereka. Ia juga melakukan penyerangan terhadap sekelompok pekerja asing yang menuntut pembayaran atas upah mereka yang belum dibayar. 

Dengan semakin banyak kasus yang terungkap, makin banyak himbauan untuk meningkatkan kondisi kerja dan perlindungan bagi pekerja migran. Ahn Ho-young, perwakilan dari Partai Demokrat Korea mengusulkan revisi pada Undang-Undang tentang mempekerjakan pekerja asing, ia mengamanatkan pengusaha untuk menjalani pelatihan dan Pendidikan ketenagakerjaan, dan hak asasi manusia sebelum mereka diizinkan untuk mempekerjakan pekerja asing. 

RUU yang direvisi juga akan memberikan dasar hukum untuk menjatuhkan denda hingga 5 juta won (Rp. 60 juta) jika dilanggar. Park Dae-soo dari oposisi utama Partai Kekuatan Rakyat juga mengusulkan revisi parsial dari undang-undang tersebut untuk membuat klausul anti diskriminasi untuk pekerja asing lebih spesifik.

“Karena pekerja asing adalah poros pasar tenaga kerja domestik, ada kebutuhan untuk berbagi persepsi bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat kita,” kata Park. “Sudah saatnya mempersiapkan berbagai perangkat hukum dan kelembagaan untuk memperbaiki lingkungan kerja yang buruk dan melarang perlakuan diskriminatif.”

Sumber : http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20210330000855



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.