SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Kebijakan Militer Korea Terkait Makanan Tentara Muslim dan Vegetarian – Korea

0 13



Image source : fsnews

Berdasarkan peraturan yang tertera dalam Undang-Undang Dasar Korea, laki-laki Korea yang sehat dan berusia di atas 18 tahun wajib untuk melakukan tugas militer. Ini merupakan peraturan yang sudah diberlakukan sejak 1951 setelah Perang Korea. Sejauh ini, para tentara juga memakan ‘makanan tentara’ yang telah disediakan.

Pada 22 Desember 2020 lalu, Kementerian Pertahanan Nasional Korea menyelenggarakan forum “Makanan untuk Tentara Muslim dan Vegetarian.” Agendanya berupa “Penetapan kebijakan dukungan makanan untuk “Special diet needs” seperti Muslim dan Vegetarian”. “Special diet needs” berarti tentara yang mengalami kesulitan dengan ‘makanan tentara’ karena alasan seperti muslim, vegetarian, intoleransi laktosa, alergi kerang, babi, dan sebagainya.

Kementerian Pertahanan Nasional Korea lebih dulu memilih 20 tentara yang menderita alergi makanan tertentu untuk melakukan survey makanan alternatif, menganalisis makanan mereka tahun lalu, dan menetapkan rencana dukungan terperinci sesuai dengan frekuensi memberi makanan kerang-kerangan, babi, dan makanan laut, dan lain-lain.

Berdasarkan hal tersebut, kebijakan untuk “Special diet needs” di Korea sudah diberlakukan mulai pada 1 Februari 2021. Misalnya, “Special diet needs” bisa makan tuna kaleng sebagai makanan alternatif.

Tidak hanya itu, tersedia juga jangjorim dan tuna kaleng sebagai makanan alternatif bagi orang-orang yang alergi krustasea dan babi, dan mereka memberikan susu kedelai dan jus buah kepada orang-orang dengan intoleransi laktosa. Selain itu, Kementrian Pertahanan Nasional Korea sedang mempersiapkan kebijakan untuk makanan bagi tentara Muslim.

Image source : Kementerian Pertahanan Nasional Korea

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah vegetarian di Korea meningkat menjadi 1,5 juta, dan jumlah Muslim terus meningkat. Meski demikian, angka ini masih tergolong sedikit, tetapi sangat mengejutkan karena pemerintah merencanakan kebijakan untuk menghargai nilai-nilai minoritas tersebut.

Namun, ada banyak hal yang perlu ditingkatkan terkait makanan vegetarian yang saat ini disajikan oleh tentara Korea Selatan. Misalnya, satu-satunya makanan yang disajikan sebagai pengganti daging dalam militer Korea adalah tahu. Selain itu, sayuran pun hanya disajikan secara mentah.

Dengan kata lain, pola makan vegetarian saat ini menjamin “hak atas kebebasan” dan “hak atas makanan” untuk mempertahankan hidup yang minimum. Namun, hal itu tidak menjamin ‘hak atas kesehatan’. Oleh karena itu, ada pula pendapat untuk mendiversifikasi pola makan dengan menggunakan berbagai makanan vegetarian dan mengusulkan ‘salad bar’. Para ahli di militer mengatakan bahwa ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam memaksimalkan makanan untuk tentara muslim dan vegetarian, seperti kurangnya anggaran, intensitas tenaga kerja yang meningkat dari staf memasak, dan kurangnya kesadaran di lapangan.

Meskipun masih dalam tahap awal, sungguh luar biasa Korea mulai menerapkan kebijakan terkait makanan para tentara Muslim dan vegetarian, yang tergolong masih minoritas.

Written by : Kim Minju, Student of Malay-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, South Korea



Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.