SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Kebijakan Pemerintah Korea Terhadap Pekerja Imigran Karena Pandemi Covid-19 | Tenasia

0 30

[ad_1]


Dalam menghadapi kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh pandemi, pemerintah Korea Selatan dan Majelis Nasional berupaya untuk melonggarkan peraturan tentang mempekerjakan orang asing dan imigran.

Jumat lalu, DPR mengeluarkan RUU untuk mengamandemen undang-undang ketenagakerjaan asing. Fokus utama dari RUU tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah industri tempat pekerja asing dapat dipekerjakan dan untuk memperpanjang masa kerja pekerja asing yang mengalami kesulitan untuk masuk dan keluar negara karena pandemi.

Karena penurunan jumlah orang yang dapat dipekerjakan, beberapa industri di Korea Selatan menderita kekurangan tenaga kerja. Mereka tidak punya pilihan selain bergantung pada pekerja asing.

Selain itu karena pandemi, pekerja asing tidak dapat meninggalkan negara bahkan setelah masa kerja mereka berakhir, dan mereka dilarang memasuki negara bahkan jika mereka ingin masuk kembali ke negara tersebut.

RUU baru yang direvisi menambahkan industri pertambangan untuk memungkinkan pekerja asing dipekerjakan untuk bergabung dengan konstruksi, jasa, manufaktur, pertanian dan perikanan.

Selain itu, RUU tersebut memperbolehkan TKA memperpanjang masa kerja satu tahun lagi jika sulit bagi TKA untuk masuk dan keluar negara akibat penyebaran penyakit menular dan bencana alam.

Pusat Coupang, salah satu perusahaan e-commerce dengan service pengiriman yang cepat, – The Korea Herald

Kementerian Kehakiman juga baru-baru ini mengumumkan amandemen legislatif untuk menentukan penerapan undang-undang pengawasan imigrasi, yang bertujuan untuk memperluas cakupan industri yang boleh dimasuki oleh pekerja asing.

Menurut undang-undang imigrasi saat ini, pemegang visa H-2 dapat mencari pekerjaan di 39 industri, termasuk manufaktur, peternakan, dan perikanan, di mana kurang dari 300 karyawan yang dipekerjakan.

Ketika peraturan penegakan direvisi, pekerja asing akan diizinkan untuk bekerja di penyortir pengemasan, pedagang grosir buah-buahan, sayuran dan rempah-rempah, pengangkutan daging dan pertambangan.

Kementerian mengatakan langkah itu untuk mengurangi kekurangan tenaga kerja di lokasi industri tertentu.

Asosiasi Logistik Integrasi Korea menyambut baik langkah tersebut, dengan mengatakan, “Sampai sekarang, lokasi pemilahan paket mengalami kekurangan sekitar 7.000 tenaga kerja setiap tahun.”

Pandemi yang berkepanjangan juga menyebabkan kekurangan tenaga kerja di pertanian.

Tahun lalu, karena penyebaran COVID-19 menghalangi pekerja musiman asing memasuki negara itu, para petani berjuang selama musim panen. Situasinya tidak berubah tahun ini.

Para petani melamar tahun ini untuk mendukung lebih dari 4.500 karyawan di seluruh negeri, tetapi karena pandemi berlanjut, hal ini tidak mungkin terjadi.

Selama musim semi pertanian dari April hingga Juni dan Oktober hingga November, terjadi kekurangan tenaga kerja yang paling parah, provinsi tersebut membutuhkan sekitar 230.000 orang.

Mempertimbangkan situasi di daerah pedesaan, Kementerian Kehakiman mulai menerapkan sistem tenaga kerja musiman temporer selama satu tahun pada bulan ini hingga Maret tahun depan.

Pemprov berharap jika WNA yang masa tinggalnya habis dijadikan pekerja musiman, maka kekurangan tenaga kerja di pedesaan seperti tahun lalu bisa dihindari.

http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20210328000132

[ad_2]

Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.