SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Kenapa Selir Raja Selalu Terkesan Negatif dalam Drama Korea? Ini Kenyataannya! | Tenasia

0 21



Siapa nih di antara pembaca Ten Indonesia yang hobi banget nonton drama Korea kolosal? Jika iya, maka kalian pasti cukup familiar dengan keberadaan selir yang mengelilingi raja, bukan? 

Dalam drama Korea, selir para raja seringkali memiliki image negatif dan kerap digambarkan sebagai seorang wanita dari keluarga biasa yang ingin memiliki kekuatan politik untuk kebaikan dirinya sendiri dengan cara menaiki tangga kerajaan. 

Dinasti Goryeo – Wikipedia

Pada kenyataannya, perseliran ini diduga dimulai pada saat jaman Joseon yang diakibatkan karena adanya budaya “confusian” dimana adanya peraturan ketat terhadap kesucian wanita. Namun, penjelasan detail mengenai selir ditemukan pada zaman dinasti Goryeo (918-1392).

Konotasi negatif mengenai selir dibantah oleh Professor Lee Mi Sun, karena menurut penelitian yang dilakukannya, tidak semua selir berasal dari keluarga biasa. Ia mengkategorikan selir menjadi 2, yaitu Gantaek (pemilihan sebagai pasangan kerajaan bagi raja) dan Bigantaek (pemilihan sebagai selain dari Gantaek). Banyak selir yang datang dari keluarga yang terpandang, contohnya yaitu selir Myeongui Gungju Choi dari raja Sejong, yang merupakan keluarga dari Choi, salah satu keluarga pendiri. Tapi, beberapa selir juga datang dari keluarga biasa, misalnya Jang Hee-Bin yang merupakan selir Bigantaek

Jang Hee Bin – wiki-d-addict

Ratu Hyeondeok pada kerajaan raja Munjong (1436-1441) sukses menjadi ratu karena kedewasaan dan sifatnya yang berbudi tinggi, meskipun sebelumnya ia hanya seorang selir.

Jadi penggambaran negatif selir di drama hanyalah sekedar fantasi untuk menghibur para penonton.

Sumber : koreajoongandaily



Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.