SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Potret Sifat Kerja Masyarakat Korea Selatan | Tenasia

0 29



Korea Selatan adalah salah satu negara Asia yang tumbuh menjadi negara maju dunia dengan jangka waktu tercepat. Keberhasilan Korea Selatan yang amat tinggi ini didukung oleh etos dan budaya kerja yang juga tinggi. Korea Selatan dikenal memiliki sumber daya manusia dengan sifat kerja yang luar biasa, yakni pekerja keras dan pemilik jam kerja lebih panjang di bandingkan negara-negara lain. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei Organization of Economic Co-Operation and Development (OECD), Korea Selatan memperoleh predikat masyarakat paling bekerja keras di dunia. Uniknya, sifat kerja ini ternyata dipengaruhi oleh sejarah Korea sendiri.

Cr asia society

Faktor tumbuhnya etos kerja yang tinggi di negara Korea Selatan ini pada dasarnya dilandasi masa pahit yang harus mereka jalani saat hancurnya negara ginseng tersebut pasca perang yang berkelanjutan dalam catatan sejarah sebelumnya. Dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki sejarah penuh gejolak, Korea telah menghadapi berbagai peristiwa sejarah mulai dari terjadinya perang invasi Jepang, perang Korea, hingga perang dingin yang akhirnya berujung pada pembagian wilayah semenanjung Korea. Karena banyaknya perang yang mereka hadapi, di tahun 1950, dengan fokus ekonomi hanya pada bidang pertanian dan sumber daya manusia yang sangat tersisa, membuat mereka benar-benar harus menderita dan berjuang untuk bertahan hidup. Korea bahkan sempat menjadi salah satu negara termiskin di dunia pada tahun 1960-an yang bahkan melebihi Thailand, Malaysia, bahkan Irak, Liberia dan Zimbabwe. Hal ini memicu masyarakatnya untuk bekerja dengan sangat keras demi impian mereka dalam memulihkan kondisi negara.

Faktor serupa saat pemerintahan awal yang otokratis yang berusaha menanamkan nilai-nilai Konfusius yang hingga kini banyak mempengaruhi pola pikir masyarakatnya untuk senantiasa berperan aktif dalam berbagai hal, terutama yang menyangkut negara. Pada titik ini, muncul pula suatu kebudayaan bernama “Gwarosa”, yaitu gaya hidup kerja keras hingga meninggal di Korea Selatan. Rata-rata pekerja Korea menghabiskan angka sangat tinggi yaitu 60 jam per minggu. Hal ini tak jarang meningkatkan tingkat depresi, tekanan, frustasi, penyakit kesehatan, bahkan angka bunuh diri di negara yang bergerak dengan sangat cepat tersebut.

Meski demikian, faktor-faktor sejarah tersebut adalah hal vital yang telah melandasi pola pikir masyarakat Korea Selatan yang akhirnya membuat mereka berhasil bangun dan bertransformasi menjadi salah satu negara yang mempunyai kecanggihan serta kekayaan terbesar di dunia, hanya dalam jangka waktu empat dekade setelah sejarah kelam tersebut.



Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.