Connect with us

Hi, what are you looking for?

FYI

Wali Murid di Korea Mulai Ajukan Protes terhadap Rekaman Vlog Guru di Youtube – Korea

[ad_1]


Masyarakat di Korea Selatan mulai mengajukan protes terhadap rekaman vlog yang dilakukan para guru di sekolah.

Youtube kini menjadi salah satu platform untuk membagikan konten yang berhubungan dengan berbagai hal, termasuk kegiatan sehari-hari. Selain sebagai hobi, Youtuber bisa menjadi pekerjaan sampingan yang menjanjikan jika sang pemilik channel memiliki konten yang kreatif dan disukai banyak orang.

Baru-baru ini di Korea Selatan, banyak para guru yang mulai merekam kegiatan mengajarnya di sekolah dan dibagikan melalui channel Youtube mereka. Menurut Kementerian Pendidikan pada hari Selasa (20/5), ada 2.534 channel YouTube (termasuk duplikat) pada tahun lalu. Di antara mereka, 528 saluran YouTube guru telah disetujui dengan mencapai lebih dari 1.000 pelanggan, persyaratan minimum untuk pendapatan iklan YouTube. 

Image source : JoongAng Ilbo

Seorang pejabat dari Kementerian Pendidikan mengatakan, “Jika Anda mengupload video tanpa mendapat persetujuan dari siswa dan orang tua, itu adalah tindakan yang melanggar pedoman Kementerian Pendidikan untuk melayani kegiatan YouTube guru.” 

Rekaman video vlog oleh para guru memicu protes dari sejumlah wali murid. Mereka mengklaim bahwa vlog para guru telah membuat anak didik stres karena wajah dan suara mereka tidak di-blur atau diedit sedemikian mungkin. Ini bisa menjadi sebuah pelanggaran privasi yang harus diperhatikan oleh para guru pembuat vlog tersebut.

“Saya jarang melihat orang melakukan pekerjaan keduanya dengan sungguh-sungguh bersamaan dengan pekerjaan utamanya. Para guru, mohon untuk melakukan tugas utama kalian dengan baik,” tulis salah satu wali murid.

Keluhan para wali murid telah diunggah dalam papan petisi Cheong Wa Dae dan mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Mengutip dari JoongAng Ilbo, Lee Sang-ho, seorang profesor media digital di Universitas Kyungsung, berkata, “Tidak seperti orang biasa, guru harus bertanya pada diri sendiri tentang tujuan mereka membuat vlog. Kita perlu mengunggah video setelah memahami Literasi Media,” ujarnya. “Ada risiko bahwa masalah yang tidak terkait dengan pendidikan seperti jenis kelamin, kelas, generasi, dll akan terungkap tanpa filter di YouTube guru.” Ia menambahkan, “Guru perlu mengajar dan membimbing siswa bagaimana menggunakan YouTube dengan benar. Kita perlu mendekati arah ini daripada memproduksi video yang berfokus pada popularitas.”

Advertisement. Scroll to continue reading.

[ad_2]

Source link

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kamu Juga Mesti Baca Ini

BINGKAI

GRATIS : ☛ https://bit.ly/2CGcqKY HEBOH, 7 ARTIS BERSEDIA MASUK NERAKA | BERITA SELEBRITI TERBARU HARI INI hallo selamat datang, channel … source

SELEBRITI

Aksi sosial di kalangan para selebritis kini memang sudah biasa. Tak sedikit dari para publik figur Tanah Air yang berusaha menunjukkan kegiatan sosial ....

SELEBRITI

Program yang menayangkan info terkini dari selebritis indonesia. Berita seputar kegiatan artis maupun gosip artis, kami sajikan hanya di Selebrita. source

BINGKAI

Selamat datang ke BIODATA SELEBRITI! Kali ini kita tampilkan seorang pelakon otai wanita drama Malaysia, Rosnah Johari. Beliau telah aktif berlakon sejak … source

Advertisement
close