SelebritisNews.com
Art is not a luxury, but a necessity.

Warga Korsel Ajukan Petisi Pembatalan Pembangunan Masjid di Pemukiman Daegu | Tenasia

0 39



Umat muslim di Korea masih tergolong sangat kecil. Saat ini, jumlah Muslim di Korea Selatan dilaporkan mencapai sekitar 200.000 orang, atau sekitar 0,4 persen dari populasi. Banyak dari mereka adalah pendatang dari negara-negara Islam, sementara beberapa lainnya adalah orang Korea Selatan yang telah menjadi mualaf. Berdasarkan data dari Korea Muslim Federation, Korea Selatan juga telah menyediakan sekitar 17 masjid dan 123 Musala sebagai fasilitas ibadah.

Meskipun Korea Selatan dikenal sebagai negara yang cukup muslim friendly, namun dilansir dari Seoul Sinmun, pembangunan sebuah masjid di kawasan pemukiman Daegu dan Universitas Nasional Kyungpook diperkirakan memicu perlawanan dari warga setempat.

Menurut Kantor Wilayah Buk-gu, Daegu, pada 13 Februari lalu, empat daerah pemukiman di Daehyeon-ro 3-gil telah disetujui untuk membangun sebuah masjid pada bulan September tahun lalu.

Hal ini dilakukan setelah umat Muslim menggalang dana untuk pembangunan masjid secara bertahap. Pemilik gedung sendiri diketahui berjumlah enam orang asing. Sejak November 2014, dua lahan telah dialihkan ke pemegang saham, termasuk lima warga negara yang dinaturalisasi dan Pakistan.

Satu lahan lainnya dimiliki oleh warga negara Bangladesh dan Pakista, yang terdaftar sebagai pemilik bersama pada Mei tahun lalu. Sementara lahan lainnya dikenal sebagai tanah desa dan sejak tahun lalu telah dibeli sebagai tanah tambahan dan melisensikan bangunan tersebut.

Menurut warga, sejak enam tahun lalu umat muslim di daerah tersebut berkumpul di hanok (rumah tradisional Korea) satu lantai dan halaman tengah pemukiman warga, dan mengumpulkan paling banyak 80 orang untuk melakukan ibadah bersama.

Konflik pun dimulai ketika mereka benar-benar merusak hanok, memasang balok bangunan tiga lantai, dan bergerak untuk membeli tanah di sekitarnya.

Warga kemudian memasang spanduk protes di 12 tempat, termasuk Daehyeon-dong, Balai Kota dan kantor distrik, mengatakan situasi saat ini bukan hanya masalah ketidakpedulian terhadap urusan di sekitar.

Kantor distrik setempat melaporkan bahwa tidak ada pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Pembangunan, tetapi demi meredakan konflik, mereka memberikan perintah untuk melakukan penangguhan pembangunan masjid untuk sementara waktu.

Seorang pejabat arsitektur di Buk-gu, Daegu, berkata, “Jika kami mengambil tindakan yang tidak sah, maka kami akan kehilangan 100 persen secara administratif.” Selanjutnya, “Hanya karena penduduk menentangnya, bukan berarti fasilitas keagamaan tidak boleh masuk.”

Seorang warga bernama Kim (67) memberikan kesaksiannya, “Kami tidak bermaksud menekan kegiatan keagamaan, hanya saja 80 orang berkumpul sebanyak lima kali sehari dan beribadah di halaman yang sempit. Mereka juga tidak berdiskusi dulu untuk menambah skala yang lebih besar,” serunya.

Sementara itu, warga setempat juga mengirim petisi ke kantor distrik untuk membatalkan pembangunan masjid di wilayah tersebut.

Bagaimana pendapat kalian tentang konflik pembangunan masjid ini?



Sumber Berita

Leave A Reply

Your email address will not be published.